Belajar Kepemimpinan dari Focus Group Discussion di IPM Banten: Sebuah Perjalanan dan Refleksi

Foto pada saat Kegiatan Berlangsung

Kamu mungkin sudah pernah dengar peribahasa yang mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China.” Peribahasa itu sebenarnya berasal dari hadist Anas bin Malik RA. Maknanya adalah bahwa belajar tidak mengenal batas, baik jarak, waktu, maupun kesulitan. Seperti halnya China di masa lalu yang dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan peradaban, peribahasa ini mengajarkan bahwa seseorang harus bersedia mencari ilmu di mana pun, meskipun tempat itu jauh dan penuh tantangan. Pribahasa inilah yang cocok dengan hal yang telah aku lewati selama pemberangkatan hingga perpulangan demi mengikuti acara FGD (Focus Grup Discussion) yang di adakan di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, yang dimana tempat itu cukup jauh dari tempat aku berada yang bertepatan di Kota Cilegon. 

Kata orang, perjalanan adalah bagian dari proses belajar. Hari itu, aku memulai perjalanan menuju sebuah forum diskusi tentang kepemimpinan, membawa harapan untuk mendapatkan wawasan baru.

Pada 02 Februari 2025, Pukul 08.15 pagi, aku berangkat menggunakan kereta lokal. Namun, sebelum naik, aku sempat mengalami hambatan kecil. Aku hampir saja ketinggalan kereta karena menunggu seorang teman yang tak kunjung datang. Waktu semakin sempit, dan aku mulai ragu apakah harus menunggu atau berangkat sendiri. Beruntung, pada detik-detik terakhir, aku dan temanku berhasil naik tepat waktu saat kereta tiba di Stasiun Kota Cilegon.

Di dalam kereta, ada satu hal yang cukup menguji kesabaranku. Karena terburu-buru berangkat, aku belum sempat sarapan. Aku pun berencana makan di dalam kereta. Namun, rencana itu tak berjalan mulus. Seorang petugas keamanan melihatku dan dengan sopan meminta agar aku menghentikan kegiatan makan tersebut. Akhirnya, aku hanya bisa menahan lapar sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.

Setelah beberapa jam, kami sampai di Stasiun Rangkasbitung, tempat kami harus transit. Di sini, suasana menjadi lebih menegangkan. Kereta lanjutan yang harus kami naiki sudah hampir berangkat, sehingga aku dan teman-teman harus berlari menuju gerbong. Dalam kepanikan itu, sebuah insiden kecil terjadi salah satu temanku sempat terdorong oleh pintu otomatis yang sedang menutup. Untungnya, ia masih bisa masuk tanpa cedera.

Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal, bukan hanya soal menuntut ilmu, tetapi juga tentang ketepatan waktu, kesabaran, dan kerja sama. Setiap tantangan yang muncul di perjalanan terasa seperti simbol dari perjuangan dalam mencari ilmu tak selalu mudah, sering kali penuh hambatan, tetapi pada akhirnya semua itu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

Foto pada saat Kegiatan Berlangsung
(Foto Kegiatan)

Focus Grup Discussion (FGD) ini berada di Titik Singgah Coffee salah satu cafe yang sangat nyaman, karena suasana yang tenang dan cukup menarik, karena mereka mengambil tema cafe horror, kenapa horor tapi tenang?, yaa karena disana kalian bisa melihat beberapa maneken manusia yang cukup seram untuk malam hari dan sangat lucu jika di siang hari seperti yang aku rasakan pada saat itu. 

Focus Grup Discussion (FGD) kali ini kita membahas tentang ‘Mempertanyakan leadership’. Pada awalnya aku berfikir materi yang akan di sampaikan mungkin tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang benar, tetapi baru saja perkenalan tentang materi, pemikiranku yang sebelumnya berfikir tentang cara cara menjadi pemimpin, langsung di patahkan dengan ucapan kak brian yang mengatakan setiap orang punya cara tersendiri dalam memimpin anggotanya, secara tidak langsung aku langsung berfikir bahwa cara memimpin yang baik itu tidak mungkin bisa benar-benar menjadi baik, menurut kita baik belum tentu menurut yang lain itu baik. 

Menurutku kak brilliant itu sunggu sangat keren dan membuat semangat dalam diri aku yang sempat meredup kini kembali menyala, karena hanya dengan mendengar dia berbicara dan cara menyampaikan materinya aku sudah bisa melihat betapa hebatnya dia, mulai dari cara dia membuka acara, memimpin jalan nya acara, menyampaikan mareri, dan lain sebagainya, ada satu kejadia yang membuat aku tau betapa jauhnya pemikiran aku dan ke brian, mungkin ini cerita yang memalukan dan lucu, jadi sewaktu ka brian menyontohkan salah satu penyebab pelajar tidak merata pemahaman nya, waktu itu saya menebak karena penyampaian gurunya yang tidak cocok dengan pelajar tersebut, tetapi ka brian menyalahkan pemerintah pendidikan yang bisa menyesuaikan kualitas guru yang ada di sekolah sekolah. Seingat ku seperti itu dia menjelaskan nya, dan itu membuat aku berfikir “aku cuma memikirkan bagian dalamnya, sedangkan kak brian sudah memikirkan bagian dalam dan luar nya”.

(Foto Kegiatan)

Inilah salah satu materi yang benar-benar membuatku berfikir bahwa setiap orang dan seiring berjalan nya waktu, cara seseorang itu memimpin selalu berbeda-beda, dan yang menariknya semua itu bisa sukses. Sedikit informasi yang saya pahami, pada awal nya semua orang beefikir pemimpin itu adalah bskat dari lahir dan tidak bisa di latih, lalu muncul lah sifat sifat pemimpin yang baik, setelah itu pemimpin membutuhkan yang namanya bawahan atau kestruktualan, berkembang kembali menjadi, setiap orang bisa jadi pemimpin dengan cara melatih nya, mungkin di karenakan setiap orang sudah berani mengutarakan pikirannya, mereka bisa memberikan masukan secara individu kepada suatu organisasi atau sekelompok orang, dan tiba lah di masa kepemimpinan yang sekarang menjadi kepemimpinan yang di pengaruhi beberapa faktor seperti, sosial, budaya, politik, dan sejarah kepemimpinan tersebut. 

(Foto Kegiatan)

Terlihat begitu menyenangkan bukan? Karena acara FGD kali ini benar-benar salah satu FGD yang menurutku berhasil, mulai dari hasil akhir berupa pemahaman baru, hinggu proses pembelajaran yang sangat menyenangkan, yang membuat kita sebagai peserta sangat menanti kelanjutan dan acara-acara FGD seperti ini. Merekalah orang-orang  yang kelak akan menjadi seorang pemimpin yang hebat, tangguh, dan dapat memberikan impact yang baik untuk para anggotanya. Pesan terakhir dari saya ialah, teruslah belajar teruslah penasaran, teruslah berkembang hingga kamu bisa menjadi seperti orang yang membuat kamu ingin menjadi seperti dia.

  • Penulis adalah Zagar Hasonangan Simamora, Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Cilegon.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis