(02/02/2025) – Siang itu, di Titik Singgah Coffee, suasana agak berbeda dari biasanya. Bukan sekadar tempat nongkrong atau tempat buat nugas, tapi hari ini, tempat ini jadi arena diskusi serius—tapi tetap santai. Dengan secangkir kopi susu (meskipun gue lebih suka latte), duduklah 15 orang dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), siap menyerap insight dari Bang Ian, pemateri yang datang jauh-jauh dari Australia.
Awal Diskusi: Pertanyaan yang Menggugah
Dari awal, vibe-nya bukan sekadar ceramah biasa. Bang Ian gak cuma ngejelasin, tapi ngajak kita buat mikir. Dengan gaya bahasa yang “keren tapi membumi”, dia bikin kita seolah lagi duduk di kelas diskusi di Universitas luar negeri. Tapi, ada satu hal yang bikin sesi ini beda— Bang Ian selalu make sure kita bener-bener ngikutin. Kalau ada yang keliatan ngawang atau ragu, dia gak segan buat ngulang studi kasusnya. Bukan karena kita gak ngerti, tapi karena dia mau kita bener-bener ‘ngeh’.
“Leadership itu apa sih?” tanya Bang Ian.
-
“Apakah bisa dipisahin antara leadership, leading, dan leaders?”
Tiba-tiba, kita sadar kalau selama ini sering menganggap kepemimpinan itu sesuatu yang given—udah ada, gak perlu dipertanyakan. Tapi, apakah leadership itu cuma soal gelar? Atau soal pengaruh?
“Seperti keindahan, kepemimpinan sulit untuk didefinisikan, tapi lo bakal tahu saat lo melihatnya.”
— Bennis, 1989
Metafora, Mitos, dan Ilusi Leadership
Bang Ian juga ngajak kita bedah bagaimana leadership sering dikaitkan dengan metafora metafora kayak:
“Kapten kapal” – Pemimpin dianggap sebagai nahkoda yang mengendalikan segalanya.
“Ayah dalam keluarga” – Pemimpin dipandang sebagai sosok otoritatif yang harus dihormati dan diikuti.
Tapi, metafora kayak gini seringkali nyempitin cara kita mikir. Kenapa? Karena seakan-akan kepemimpinan itu satu arah, statis, dan bisa diaplikasikan secara universal. Padahal, di realitanya kepemimpinan itu fleksibel, adaptif, dan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan politik. Mitos kepemimpinan juga gak kalah bahaya. Salah satu yang sering kita denger: “Pemimpin itu dilahirkan, bukan dibentuk.”
Tapi, apa bener? Kalau kepemimpinan itu cuma soal bakat alami, lalu kenapa ada banyak pelatihan kepemimpinan? Kenapa ada pemimpin yang berubah drastis setelah bertahun-tahun pengalaman?
Impactful Leadership: Beneran Ada atau Cuma Konsep?
Impactful Leadership: Beneran Ada atau Cuma Konsep Doang? Bagian paling menarik dari diskusi ini adalah ketika Bang Ian melempar pertanyaan yang bikin kita mikir keras:
“Impactful leadership itu beneran ada gak sih?”
Kita sering denger kata “leadership yang berdampak” seolah itu sesuatu yang konkret, bisa diukur, dan bisa langsung dikenali. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi… Impact itu subjektif. Apa yang impactful buat satu kelompok bisa jadi biasa aja buat kelompok lain. Leadership yang dianggap sukses di satu organisasi, bisa jadi gagal total di tempat lain.
Leadership itu Dinamis
Gaya kepemimpinan yang efektif gak selalu sama di setiap situasi. Pemimpin yang inspiratif di masa krisis belum tentu cocok di masa stabil. Bukan soal besar atau kecil. Leadership yang impactful gak selalu tentang gerakan besar. Bisa aja sekecil memberi ruang bagi orang lain buat berkembang atau menciptakan diskusi yang membuka perspektif baru. Jadi, kalau kita balik lagi ke pertanyaan awal: Apakah leadership itu bisa diajarkan atau cuma bakat? Jawabannya mungkin bukan hitam-putih. Kepemimpinan bisa berkembang, bisa dipelajari, tapi tetap harus ada kemauan buat refleksi dan adaptasi.
Penutup: Leadership, Beyond The Label
Setelah beberapa jam diskusi sambil ngopi, kita semua sepakat bahwa leadership itu lebih dari sekadar gelar, posisi, atau title. Leadership itu bukan cuma soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana proses kepemimpinan terjadi. Leadership itu bukan sesuatu yang bisa didefinisikan sekali dan selesai, karena terus berubah dan berkembang. Leadership itu gak selalu soal “pemimpin”, karena pengikut juga punya peran dalam menciptakan kepemimpinan yang efektif. Di akhir sesi, Bang Ian masih nyengir sambil nanya: “Jadi, menurut kalian, impactful leadership itu beneran ada atau cuma konsep yang kita percayai karena sering diulang-ulang?”
Gak ada jawaban yang bener atau salah, tapi satu hal yang pasti: kita bakal lebih kritis setiap kali ada orang yang ngejual “rumus sukses jadi pemimpin.”
- Penulis adalah Zidan Ali Zulkarnaen, Kader Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cibodas.
- Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.
