Belajar Leadership di Hari Ahad: Cerita Seru dari FGD IPM Banten

Dalam Waktu Singkat Namun Penuh Cerita

(02/02/2025) – Tepat pada pukul 12.30 hari Minggu, hari di mana seharusnya waktu libur untuk para pelajar, kami—orang-orang terpilih—mengikuti sebuah acara bernama FGD (Focus Group Discussion) yang diadakan oleh PW IPM Banten.

Walaupun waktu istirahat kami terpakai, aku dan teman-teman tetap merasa sangat senang, karena hari ini kami mendapatkan begitu banyak ilmu yang bermanfaat.

Ilmu yang kudapat bukan seperti ilmu yang biasa diperoleh di sekolah. Jujur, aku sangat senang dengan materinya, walaupun Mas Brilliant sempat bilang sejak awal bahwa materi ini lumayan berat. Bahkan Mas Ian juga sempat mengaku takut kalau peserta nanti tidak berdiskusi, karena menurutnya keberhasilan acara ini diukur dari apakah kami aktif berdiskusi atau tidak.

Awal Acara: Kenalan dan Latar Belakang

Sebelum memulai materi, Mas Ian terlebih dahulu menjelaskan sedikit tentang latar belakang tema yang akan dibawakan. Setelah itu kami lanjut dengan sesi perkenalan. Aku sangat senang bisa kenal dengan teman-teman pelajar jawara hebat dari berbagai kota.

Mas Ian kemudian memaparkan materi, tapi sama sekali tidak membosankan. Karena setelah penjelasan, selalu ada sesi diskusi.

Diskusi Pertama: Memahami Leadership

Pertanyaan pertama yang dilemparkan:
“Bagaimana kamu memahami leadership?”

Aku menjawab bahwa leadership adalah pemimpin yang bertugas untuk memerintahkan, merangkul, menasihati anggota, namun juga harus memberi teladan.

Mas Ian menegaskan, tidak ada jawaban yang salah atau benar. Tidak ada yang pintar atau bodoh, karena kita semua setara dan sama-sama belajar.

Seandainya aku tidak ikut acara ini, aku tidak akan tahu bahwa sebenarnya leadership tidak memiliki pondasi yang pasti.

Diskusi Kedua: Apakah Bisa Diamati?

Di sesi berikutnya, aku dan temanku memilih pertanyaan:
“Bisakah leadership diamati?”

Kami berdua memiliki pendapat yang sama, sehingga diskusi berjalan lancar. Namun, ketika masuk diskusi berempat, tantangan muncul.

Diskusi Berempat: Relevansi Metafora

Pertanyaan berikutnya adalah:

  • “Apakah metafora relevan atau tidak?”

  • “Contoh metafora kepemimpinan yang pernah kamu dengar?”

Aku dan seorang teman sepakat bahwa metafora “kapal yang berlayar” relevan untuk pimpinan ranting, namun tidak untuk pimpinan cabang dan seterusnya.

Kenapa? Karena menurutku, pimpinan ranting adalah rumah kedua yang membuat nyaman. Berkat ranting, aku bisa melanjutkan ke level cabang.

Namun, dua teman lain berpendapat bahwa metafora tersebut tidak relevan karena tidak berpengaruh apa-apa.

(Sebenarnya ada beberapa pertanyaan lain yang kami diskusikan berempat, tapi tidak bisa kuceritakan semuanya.)

(Foto Kegiatan)

Pelajaran Utama: Leaders, Leading, and Leadership

Dari acara ini, aku jadi tahu apa itu leaders, leading, and leadership.

Awalnya aku tidak yakin bisa memahami materi ini, apalagi setelah membaca beberapa jurnal yang cukup berat. Tapi karena suasana diskusi yang seru, teman-teman yang aktif, dan pemateri yang asik, aku akhirnya bisa memahaminya.

Penutup: Pengalaman yang Berkesan

Ilmu yang diberikan oleh Mas Ian, serta difasilitasi oleh kakak-kakak Pimpinan Wilayah IPM Banten, benar-benar sangat bermanfaat bagi aku dan teman-teman lainnya.

Beneran seseru itu sampai nggak bisa move on! 🤩

Aku juga merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan orang-orang hebat di sini. Saking sukanya, aku sampai membuat cerita khusus di second account Instagram, bercerita tentang betapa kerennya acara ini.

  • Penulis adalah Nur Juniawati, Kader Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ciputat.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.