Maryam di Senayan: Belajar Demokrasi Lewat Parlemen untuk Pelajar

(24/04/2025) – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menjalin kerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam menyelenggarakan kegiatan bertajuk Parlemen untuk Pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2025, bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada para pelajar mengenai sistem kerja parlemen dan proses konstitusional di Indonesia.

Melalui program ini, para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk menyaksikan secara langsung dinamika pembahasan kebijakan publik, mengenal struktur kelembagaan DPR RI, serta berinteraksi dengan para anggota dewan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, kesadaran politik yang sehat, serta menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini di kalangan pelajar.

(Foto Kegiatan)

Kegiatan Parlemen untuk Pelajar dibuka secara resmi dengan sambutan dari Putri Zulkifli Hasan, selaku Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memahami proses legislasi dan ikut serta membangun masa depan bangsa melalui jalur politik dan kebijakan publik. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan welcoming speech dari Ahmad Najib Qodratullah, anggota Komisi XI DPR RI, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelajar dalam mengikuti kegiatan ini serta menekankan pentingnya pendidikan politik sejak usia dini.

Selama empat hari pelaksanaan kegiatan, para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia menjalani pengalaman imersif sebagai “anggota parlemen muda”. Mereka secara aktif terlibat dalam berbagai simulasi kerja legislatif, seperti pembentukan fraksi, penyusunan komisi, pelaksanaan rapat kerja, sidang paripurna, hingga mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui praktik tersebut, para pelajar tidak hanya memahami teori demokrasi dan sistem parlemen, tetapi juga merasakan langsung dinamika kerja legislator, termasuk bagaimana menyusun kebijakan, membangun argumentasi, dan mengambil keputusan secara kolektif.

(Foto Kegiatan)

Sebanyak 100 pelajar terbaik berhasil terpilih dari total 1.300 pelajar yang mendaftar dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengikuti kegiatan Parlemen untuk Pelajar. Proses seleksi dilakukan secara ketat guna menjaring pelajar-pelajar yang memiliki komitmen, kepemimpinan, dan minat tinggi terhadap dunia politik dan parlemen. Mereka yang terpilih kemudian dibagi ke dalam 8 fraksi yang disesuaikan dengan representasi partai politik yang ada di DPR RI. Pembentukan fraksi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata dalam dinamika perbedaan pandangan politik dan bagaimana membangun konsensus melalui forum resmi.

Selain dibagi ke dalam fraksi, para peserta juga ditempatkan ke dalam beberapa komisi kerja, yang masing-masing mengangkat isu-isu strategis sebagaimana yang ada dalam struktur komisi DPR RI, seperti bidang pendidikan, ekonomi, hukum, kesehatan, lingkungan, serta sosial dan budaya. Melalui pembagian ini, peserta diajak untuk mendalami dan memahami permasalahan kebangsaan dari berbagai sudut pandang,

(Foto Kegiatan)

Kegiatan Parlemen untuk Pelajar resmi ditutup pada hari Minggu, 27 April 2025, bertempat di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penting karena sekaligus menandai pengesahan hasil akhir dari proses simulasi legislatif yang telah dijalani para peserta selama empat hari. Dalam sesi penutupan ini, para pelajar berhasil merumuskan dan mengesahkan policy brief—sebuah dokumen kebijakan hasil kajian dan diskusi di masing-masing komisi—yang sebelumnya telah melalui proses pembahasan di rapat-rapat komisi, serta dihimpun dari aspirasi yang disampaikan dalam sesi dengar pendapat masyarakat.

Policy brief tersebut mencerminkan gagasan, analisis, dan solusi yang dirumuskan secara kritis oleh para pelajar terhadap berbagai isu aktual, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga ekonomi. Dokumen ini kemudian secara simbolis diserahkan kepada perwakilan DPR RI untuk menjadi bahan pertimbangan dalam proses legislasi atau pengambilan kebijakan ke depan. Penyerahan ini tidak hanya menjadi penutup seremonial, tetapi juga bentuk nyata bahwa suara dan pemikiran pelajar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui jalur demokrasi yang sehat dan konstruktif.

Terakhir, mengikuti program ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama empat hari, saya benar-benar merasakan bagaimana dinamika politik itu berjalan, mulai dari rapat fraksi, diskusi komisi, hingga sidang paripurna. Saya belajar bahwa politik bukan hanya soal perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana mendengar, berdialog, dan mencari solusi bersama. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami berhasil menyusun policy brief yang nyata-nyata lahir dari diskusi panjang dan perbedaan pendapat, tapi akhirnya bisa menjadi sebuah gagasan bersama. Dari sini saya belajar bahwa politik sehat adalah politik yang mengutamakan keberanian berdialog, kejujuran, dan kerja kolektif untuk kepentingan orang banyak. Saya pulang dengan semangat baru, bahwa generasi muda seperti kami juga bisa ikut berkontribusi bagi masa depan bangsa.

  • Penulis adalah Maryam, Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Tangerang
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.