Leadership, Leading, and the Leaders: Menemukan Wawasan Baru di Tengah Kopi

(02/02/2025) – Pada suatu hari yang cerah, saya berkesempatan mengikuti sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang sangat menarik dan penuh makna. Tema diskusi kali ini adalah “Leadership Leading, and the Leaders: Mempertanyakan Kepemimpinan” yang bertempat di Tangerang Selatan. Tema yang begitu relevan dengan kondisi saat ini. Diskusi ini diadakan di sebuah kafe yang terletak di dalam perumahan, sebuah tempat yang sangat nyaman dan cocok untuk berdiskusi dengan suasana yang lebih santai namun tetap profesional.

Kafe ini memiliki desain yang minimalis dan elegan, meskipun belum 100% rapih dengan pencahayaan yang lembut dan tidak terlalu ramai. Tempat yang menyenangkan untuk duduk dan berbincang tanpa gangguan. Aroma kopi susu yang baru diseduh memenuhi udara, menciptakan atmosfer yang semakin mendukung jalannya diskusi. Setiap peserta disuguhkan secangkir kopi susu yang hangat dan lezat, minuman yang menjadi teman setia kami selama acara berlangsung. Kopi susu ini bukan hanya sekadar minuman, tetapi sudah menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan kehangatan dalam setiap obrolan yang ada.

(Foto Kegiatan)

Diskusi dimulai dengan pemaparan oleh pemateri yang sangat dinantikan, yang juga merupakan guest star dalam acara tersebut. Pemateri ini adalah seorang figur yang sangat dihormati dan dibanggakan se kader IPM Banten. Beliau memiliki pengalaman yang luas, dan menjadi panutan bagi banyak orang di organisasinya dan bahkan di komunitasnya. Energi yang beliau bawa ke dalam ruangan tidak hanya memikat perhatian, tetapi juga mendorong setiap peserta untuk menggali lebih dalam tentang makna kepemimpinan itu sendiri.

Dengan judul tema yang mencakup kepemimpinan dan pemimpin, pembahasan dimulai dengan pertanyaan dasar: Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kepemimpinan? Sebagian besar dari kami mungkin sudah memiliki gambaran tentang pemimpin yang baik, namun apakah kita benar-benar memahami bagaimana proses kepemimpinan itu berjalan dalam masyarakat kita, khususnya di daerah kita masig-masing? Pertanyaan ini membuka ruang untuk refleksi yang lebih mendalam tentang apa yang dibutuhkan dalam seorang pemimpin dan bagaimana peran mereka membentuk komunitas sekitar.

Satu hal yang membuat diskusi kali ini sangat menarik adalah cara pemateri memimpin jalannya acara. Beliau tidak hanya berbicara tentang teori kepemimpinan, tetapi juga mengajak kami untuk berpikir tentang kepemimpinan dalam konteks lokal. Apakah ada tantangan khusus yang dihadapi oleh para pemimpin di dari yang kita ketahui ini? Pemateri mengajak kami untuk saling bertukar pendapat tentang jenis kepemimpinan yang kami harapkan dan bagaimana seorang pemimpin seharusnya menginspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar mereka.

Dalam suasana yang penuh diskusi, kami dibimbing untuk lebih kritis terhadap konsep kepemimpinan yang sering kita anggap sudah mapan. Kami dipandu untuk mempertanyakan kembali apakah kepemimpinan yang ada saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan zaman atau justru perlu ada perubahan. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah pemateri mengungkapkan bahwa seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang memimpin dari depan, tetapi juga seorang yang mampu mendengarkan, memahami, dan memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang.

(Foto Kegiatan)

Tak hanya itu, kami juga diajak untuk berpikir tentang jenis kepemimpinan yang relevan dengan konteks sosial dan budaya. Bagaimana seorang pemimpin dapat menghadapi tantangan-tantangan ini dan tetap mempertahankan relevansinya sebagai pemimpin yang dihormati dan dicontoh?

Salah satu bagian yang paling saya nikmati adalah sesi tanya jawab yang sangat dinamis. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, dan jawaban yang diberikan oleh pemateri sangat mendalam dan menggugah pemikiran. Tidak ada yang merasa diabaikan, setiap pertanyaan dijawab dengan serius dan penuh perhatian. Ini adalah bukti betapa pentingnya ruang untuk dialog dan diskusi dalam membentuk pemahaman yang lebih baik tentang kepemimpinan.

Selama diskusi berlangsung, saya juga merasa sangat dihargai. Peserta lain yang hadir, meskipun memiliki berbagai latar belakang dan pengalaman, semuanya mampu berkontribusi secara aktif. Kami berbagi pengalaman tentang kepemimpinan yang kami lihat di sekitar kami, baik dalam organisasi, komunitas, ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kafe yang nyaman dengan segelas kopi susu di tangan membuat kami merasa seperti keluarga besar yang sedang membahas hal-hal penting.

(Foto Kegiatan)

Ketika diskusi berakhir, saya merasa sangat terinspirasi dan berpikir lebih dalam tentang bagaimana kepemimpinan harus selalu berkembang seiring waktu. Bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi lebih tentang kemampuan untuk memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Ini adalah pengalaman yang memperkaya wawasan saya tentang kepemimpinan, dan saya meninggalkan kafe tersebut dengan pikiran yang lebih terbuka dan siap untuk membagi ilmu ini ke tema-teman daerah saya di organisasi IPM dan menerapkan pemahaman baru tentang bagaimana menjadi pemimpin yang lebih baik.

  • Penulis adalah Nayyara Amalia Zuhra, Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Cilegon
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.