Perjalanan Menuju Acara
(02/02/2025) – Matahari mulai terbit, pertanda bahwa aku harus segera bergegas menuju stasiun terdekat di daerahku. Sesampainya di persimpangan jalan, aku menghentikan motorku untuk menunggu kawanku. Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi—dia lupa membawa kartu keretanya dan harus kembali ke rumah untuk mengambilnya. Sayangnya, ketika kami tiba di stasiun, kereta yang seharusnya kami naiki sudah berangkat.
Aku sempat berpikir, “Bagaimana ini? Apakah kita batal mengikuti kegiatan?” Namun, dengan semangat dan motivasi yang kuat untuk menghadiri acara Listening to Your Soul & Focus Group Discussion, kami memutuskan untuk mengejar kereta di Stasiun Rangkasbitung, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan motor. Dingin pagi itu menusuk kulit, tetapi kami tetap melaju dengan tekad yang kuat. Sesampainya di stasiun, kami bertemu dengan teman-teman lain yang memiliki tujuan yang sama, dan akhirnya kami berangkat bersama.
Keesokan harinya, aku kembali berangkat ke tujuan utama, kali ini sendirian dengan menggunakan kereta. Saat kereta sedang melaju, aku menerima pesan dari seorang teman yang sudah menunggu di ujung jalan agar kami bisa berangkat bersama. Aku pun menemuinya, dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Suasana Kegiatan dan Diskusi
Setibanya di tempat tujuan, kami beristirahat sejenak di masjid. Tiba-tiba, panitia memanggil kami untuk segera masuk ke ruangan karena kegiatan akan segera dimulai.
Saat kami masuk, segelas kopi hangat telah disediakan untuk para peserta. Dengan kopi yang nikmat dan materi yang menarik dari Kak Ian, rasa kantuk sama sekali tidak terasa. Namun, bukan hanya karena kopi, melainkan juga cara penyampaian materi yang begitu mudah dipahami.
Metode diskusi yang digunakan membuat kami semakin aktif berpartisipasi. Walaupun terkadang ada perbedaan pendapat, semua tetap dihargai dan tidak ada yang dianggap salah.
Belajar tentang Leadership
Materi yang disampaikan oleh Kak Ian adalah tentang Leadership. Saat mendengarkan penjelasannya, aku merasa seolah menjadi seorang pemimpin.
Banyak orang memiliki definisi berbeda tentang pemimpin, dan itu sah-sah saja. Bagiku, Leadership adalah kemampuan seseorang untuk mengajak dan mempengaruhi orang lain.
Sementara itu, ada juga yang mendefinisikan seorang pemimpin sebagai seseorang yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum dengan baik. Apakah salah? Tentu tidak, karena definisi tersebut terbentuk dari pengalaman dan pengamatan masing-masing individu terhadap pemimpin di sekitarnya.
Leadership, Leading, dan The Leaders
Dalam materi ini, kami belajar membedakan antara Leadership, Leading, dan The Leaders, karena sering kali terjadi kesalahpahaman mengenai ketiga istilah tersebut:
-
Leadership yakni kepemimpinan, yaitu kemampuan, gaya, atau proses dalam memimpin orang lain.
-
Leading yakni memimpin, yaitu proses memandu atau mengarahkan kelompok menuju suatu tujuan.
-
The Leaders yakni para pemimpin, yaitu individu yang memiliki peran kepemimpinan dalam suatu organisasi.
Meskipun terdengar sederhana, di masyarakat masih banyak yang salah dalam memahami konsep-konsep ini.
Apakah Semua Bisa Jadi Pemimpin?
Lalu, apakah semua orang bisa menjadi seorang pemimpin? Tentu saja! Asalkan ada kemauan untuk belajar.
Beberapa orang memang memiliki naluri kepemimpinan bawaan, tetapi semua tetap bisa dikembangkan dengan latihan dan pengalaman.
Ini adalah hal yang aku pelajari dari kegiatan ini—bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, melainkan tentang bagaimana kita bisa mempengaruhi dan mengarahkan orang lain menuju perubahan yang lebih baik.
Senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena banyak yang aku pelajari dari diskusi ini. Pengalaman ini membuka wawasanku tentang leadership. Semoga ada kegiatan seperti ini lagi, agar kami bisa terus belajar dan bertumbuh bersama.
- Penulis adalah Hatami, Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Serang.
- Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.
